Sabtu, 02 Maret 2013 - 14:59:23 WIB

Bahaya Boraks pada Makanan..(Fahriani*)

Diposting oleh : Admin1
Kategori: - Dibaca: 51 kali

Oleh : Fahriani

*Mahasiswi Stikes Payung Negeri

Dewasa ini banyak sekali penyakit karena banyaknya zat kimia berbahaya terkandung dalam makanan. Boraks memang sangat terkenal di kalangan penjual makanan. Banyak para penjual makanan yang mencampurkan boraks ke dalam makanan yang akan di olahnya. Tujuannya, agar makanan tersebut lebih menarik dan tahan lebih lama. 

Boraks merupakan senyawa kimia dengan nama natrium tetraborat, berbentuk kristal yang lunak. Sebenarnya, boraks digunakan sebagai bahan untuk pembuat deterjen, khususnya industri kertas. Akan tetapi, banyak para penjual makanan menyalah gunakannya. Mereka menggunakan borak sebagai komponen pembantu pembuatan makanan dan untuk menekan biaya produksi, sehingga mereka bisa mendapatkan untung dua kali lipat lebih besar dari pada penjualan yang tidak menggunakan boraks.

Secara tidak sadar kita telah mengkonsumsi boraks dalam jumlah yang banyak. Mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks memang tidak langsung berakibat buruk terhadap kesehatan. Tetapi, boraks akan menumpuk sedikit demi sedikit karena diserap dalam tubuh dan disimpan secara kumulatif dalam hati, otak, atau testis (buah zakar), sehingga dosis boraks dalam tubuh menjadi tinggi. Boraks yang menumpuk terlalu banyak di dalam tubuh akan menyebabkan kematian. Konsumsi boraks  5-10 gram pada anak-anak akan menyebabkan syok dan kematian. Sedangkan kematian pada orang dewasa terjadi jika, dosisnya mencapai 10-20 gram atau lebih. 

Banyak cara untuk mengidentifikasi boraks yang terkandung dalam makanan, yaitu identifikasi dengan pengamatan fisik. Misalnya, bakso yang mengandung boraks warnanya lebih keputihan, teksturnya lebih kenyal, dan jika digigit akan kembali ke bentuk semula. Sedangkan, bakso tanpa boraks warnanya agak kecoklatan dan akan mudah hancur jika di gigit. Jadi,  kita sebagai konsumen seharusnya lebih cermat dan selektif dalam memilih makanan. Jangan hanya menilai dari segi rasanya saja. Tetapi, lihat juga tingkat kesehatannya. Telitilah sebelum membeli.(bk.1)